The Egaliter’s Journal

I am not a Gay, but I Appreciate Their Right to be Gay

Posted by: Riska Mirzalina on: April 3, 2008

What Are You Goin’ To Do To End The Silence?

Please understand my reasons for not speakin’ today. I am participatin’ in the Day of Silence, a national youth movement protesting the silence faced by lesbian, gay, bisexual and transgender  people and their allies. My deliberate silence echoes that silence, which is caused by harrasment, prejudice, and discrimination. I believe that ending the silence is the first step toward fighting these injustices. Think about the voices your are not hearing today.

Excerpt of Day of Silence that I experienced last year in Seattle.
What a nice movement.
I am not a gay, but I support and appreciate their choices to be gay. And you should too.

INI ADALAH SEBUAH PILIHAN YANG HARUS DIHARGAI

Kenapa sih bisa suka sama sesama jenis?
Jujur gw juga nggak tahu rasanya; tapi berbekal pengalaman gw setahun di US, gw sekarang bisa berempati kepada mereka yang jelas2 nggak bisa nolak keadaan manusiawinya. Being a Gay!

My Hostsister is a gay; she migh has female gender, but the sex inside is totally different. I though she was denied by her family, which is my hostfam, but NO! Her family is completely open and honor her choices.
My bestfriend is bisexual–so does her mom. Her mom became bi, since hurted by her husband. My bestfriend said that she sometimes felt so sad if there were people who discriminated her, but she couldn’t do anything.  This is what she felt.
My fave teacher is a gay. He has been enganged and commited with his partner. He is absolutely awesome and very motivated person, regardless of his gay inclination.
I came to one of the Gay Straight Alliance’s meeting. It was so amazing  involving directly among them. It was.
Biasanya kita cuma bisa ngejudge sesuatu tanpa kita mau tahu bagaimana perasaan sesungguhnya orang yang kita judge tersebut, tanpa kita gunakan analogi terbalik jika kita berada di posisi mereka. Orang sering mengaitkan hal kontroversi ini dengan drugs, free sex, AIDS, dsb. padahal nggak begitu!
Tanpa sadar kita sering men-judge para homoseksual secara sepihak. Padahal itu artinya kita sedang menyakiti perasaan mereka.

Banyak penyebabnya.

Ada yang diakibatkan faktor mutasi genetika, ada yang karena faktor sosial, seperti mereka yang ikut-ikutan tren. Ada juga yang karena faktor psikologis seperti pengalaman traumatik. Awalnya para ahli mengelompokkan homoseksual sebagai penyakit. Namun, pada tahun 1973, para dokter dan psikolog mencoretnya dari daftar penyakit kejiwaan.

Yah, di negara kita homoseksualitas masih dianggap tabu dan belum bisa diterima dengan hati dan tangan terbuka. (Mayoritas semua masalah memang selalu dilihat sebelah mata di negara kita. Hal-hal kecil aja diurusin. Hal-hal besar kayak korupsi malah dianggepnya biasa. Emang jalan pintas dianggap pantas).
Namun bagaimanapun juga, ini adalah masalah pilihan. Sama kayak kita milih masuk jurusan IPA atau IPS. Keduanya pati memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika kita milih satu jurusan kita harus bisa menanggung resikonya dan kita pun harus bisa menghormati orang-orang yang memilih jurusan lain.
Kita tetap harus menghargai seseorang apa adanya, bukan karena orientasi seksualnya, agamanya, rasnya, fisiknya. Nilai seseoranf berdasarkan pribadinya, sehingga kita sadar bahwa semua orang sama kayak kita. Rasa cinta para homoseksualpun sama dengan yang dirasakan heteroseksual terhadap lawan jenis. Dan Sekali lagi, ITU ADALAH PILIHAN.

Advertisement

1 Response to "I am not a Gay, but I Appreciate Their Right to be Gay"

Iya sih, gay itu pilihan. tapi apakah semua pilihan itu baik? Ngedrugs juga pilihan kok. Trus, apakah itu baik?

terima lah fakta bahwa gay adalah “penyakit” menular. Seseorang yang banyak bergaul dengan gay, suatu saat akan menjadi gay juga. Hanya sedikit sekali kasus gay yang disebabkan karena faktor mutasi genetika. Kebanyakan orang menjadi gay–seperti yang udah lo sebutkan–karena ikut2an pergaulan yang menyimpang, atau karena masalah kejiwaan (trauma = penyakit jiwa kan?)

intinya mah, homoseksualitas adalah penyakit masyarakat yang harus dihilangkan, sebelum berkembang terlalu jauh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.