Posted by: Riska Mirzalina on: May 10, 2008
Alhamdulilah, akhirnya gw bisa lolos seleksi International Youth Exchange Program/PPAN 2008. Melalui seleksi interview: Pengetahuan Umum, Bahasa Inggris, dan Kesenian mengingatkan gw dengan puluhan interview yang udah gw lewati dari kecil sampai sekarang. Yang paling menakutkan adalah interview The Scholar dan yang paling excited adalah interview dengan colleges di USA. Terimakasih kepada dosen Microeconomics gw yang udah ngajarin makro di semester satu. Walaupun pelajarannya agak horor tapi karena belajar itu gw mendapat score bagus buat pengetahuan umum seputar strategic ekonomi sekarang ini. Gw ditanya: “Naiknya BBM sekarang ini, menurut Anda bagaimana? Seharusnya bagaimana? Apa saja yang terpengaruh?” Wah itu sih bagian dari quiz dadakan ekonomi gw sehari-hari. Anyway, dari orang-orang yang lulus seleksi, gw termasuk yang termuda loh. Ya umur ya semester. Gimana nggak, banyak yang udah mau pada skripsi, bahkan tunangan. Tapi alhamdulilah gw ada di peringkat pertama. Mudah-mudahan jadi berangkat ke Australia. Nggak kebayang bakal magang di sana, tinggal bareng host fam, community development. Wahh…
Dibalik semua itu gw juga merasa agak sedih. Masalahnya banyak yang nggak mendukung gw. Kampus gw, student affair, mentor, beberapa orang temen, dan ditambah bokap gw meragukannya. Haduh…sayang banget kalau harus mundur gara-gara penghalang nggak penting ini. Apalagi sekarang gw dikelompokin sama para free riders. Kemaren gw sempet nangis sebentar gara-gara presentasi civics yang kacau. Rencananya Jum’at kemaren gw udah nggak bisa masuk kuliah karena tes exchange program ini, jadi nggak prepare untuk civics. Jauh-jauh hari gw udah minta kelompok gw untuk be prepare for presentation. Ternyata gw selesai lebih cepat dan bisa datang untuk presentasi civics-walaupun nggak akan presentasi. Tapi tiba-tiba salah seorang kelompok gw bilang gw MT (Makan Temen) karena gw nggak join mereka presentasi. Sebenarnya mereka belum prepare jadi butuh banget bantuan. Tapi gw kan belum baca apa-apa! Gw udah bilang nggak mau. Tapi kasian juga dan sebel rasanya dibilang MT! (Apanya yang MT mereka aja yang free riders). Yang gw takutkan muncul. Yaps, kelompok gw dan gw nggak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul setelah presentasi plus dipojokin sama dosen. Gw akui kelompok gw salah. Memalukan dan mengecewakan. Mulai saat ini gw akan nggak peduli lagi sama kelompok gw. Cape hati dan cape tenaga. Percuma, dikasih kepercayaan tapi hasilnya mengecewakan. Let me work on silence. Let me finish all by myself. Buang-buang waktu diskusi sama mereka. Nggak akan ada hasilnya. Oh semester 2 cepatlah berakhir dan biarkan aku break dari kampus untuk satu semester saja. Paling tidak, Brian, hostfather gw, mendukung gw dan dia bilang gw harus stick sama plan gw yang bagus ini.
September 23, 2008 at 7:55 am
great story….
menginspirasi banget =)