Posted by: Riska Mirzalina on: March 12, 2009
Setelah libur panjang ini, gw akhirnya balik ke kampus. Nggak kerasa aja udah masuk semester 4. Waktu itu bergerak cepet sekali. Tadi siang saat gw ngelewatin koridor loker, tiba-tiba gw kebayang pertama kali gw datang ke kampus ini 1,5 tahun yang lalu sebagai peserta The Scholar Indonesia 2007. Hihihi…lucu juga ngebayangin gw dateng dengan seragam SMA, celingak-celinguk plus bingung ngeliat para peserta TSI bawa-bawa buku tebel-tebel, sementara gw bahkan nggak tahu apa yang akan di ujikan. Jujur, seleksi awal TSI 2007, gw hanya bermodal latian soal-soal SPMB selama try out di bimbel aja. 1,5 tahun lalu gw bener-bener terkesima dengan kampus yang sangat mewah ini, terutama kamar mandinya yang lantainya mengkilap bukan main, serta suasana kantor yang lebih kerasa dibanding suasana kampus.
Gw masuk kelas baru, kelas 2A. Semester ini agak aneh karena dikelaskan berdasarkan kelompok-kelompok bisnis (bisnis gw ojek profesional), padahal gw berharap bisa dicampur-baur sehingga tidak ada private interest. Tapi gak apa-apa lah, toh jadi lebih mudah kalau mau quick meeting. Kelompok bisnis gw ada 16 orang, sisanya kelompok bisnis lain yang bergerak di bidang apparel-serangga.
Selain temen-temen sekelas yang baru, banyak juga hal-hal baru dari diri gw hingga sekarang ini. Gw kembali ke kampus tanpa IP 4.00 lagi. IP gw meluncur cukup tajam semester ini, 3.55!! Jatuh di mata kuliah bisnis creation, statistik, dan bhs. Inggris. Yang gw nggak habis pikir kok bisa yaa gw nggak dapet nilai bagus di bisnis creation? Padahal semester sebelumnya, I trully worked hard for my business project. Sebagai seorang CFO, pasti tahu lah betapa sulitnya menghitung dan membuat planning keuangan yang membutuhkan waktu begadang layaknya auditor. Kadang gw berpikir, apa proses pembelajaran gw nggak dinilai yaa? lalu apa yang membuat nilai business creation gw jatuh banget? Walaupun ada rasa sesal yang cukup questionable karena mata kuliah ini SKS nya 4, tapi entar kenapa gw agak malas menanyakanya…ntar dikira mempermasalahkan. Cukuplah masalah gw dengan seorang mantan dosen sekaligus mentor gw, yang menurut data empiris siswa-siswa sebelumnya, tidak akan bisa termaafkan oleh sang dosen/mentor ini. Yaa…mentor itu nggak bisa dipaksakan head to head. Selama satu semester kemarin akhirnya gw malah mencari dan mendapatkan mentor bagi gw sendiri, yaitu kakak-kakak kelas gw angkatan 1, yang banyak banget kasih gw bantuan saat lomba bahkan diskusi mata kuliah yang harusnya berkaitan dengan mentor gw yang sekaligus dosen itu. Mentor adalah seorang yang dapat memberikan arahan/guide dan pedoman-pedoman (pembelajaran) selama kita dalam masa pembelajaran, tapi sayangnya orang yang oleh kampus di assigned sebagai mentor malah hanya menjadi status noble saja.
Nggak apa-apa sekali ini jatuh IP jadi 3.55, mungkin ini adalah sinyal bahwa gw harus lebih giat lagi belajar. Toh ada banyak hikmah yang gw dapet dari IP gw yang turun jadi 3.55 ini. Pertama, gw jadi merasa menjadi seorang manusia normal. Bahwa manusia bisa sekali salah dan nggak sempurna serta harus belajar dari kesalahan-kesalahanya. Kedua, hubungan dengan temen-temen yang lebih baik daripada semester 2 dulu. Ketiga, gw menjadi orang yang lebih menerima. Tapi gw berjanji gw akan belajar lebih baik lagi semester 4 ini. Sayang juga tabungan IP 4.00 dua kali yang harus turun seketika hanya karena questionable nilai business creation.

Apalah artinya sebuah nilai buruk jika dalam aplikasinya secara nyata ternyata kita dapat melakukanya lebih baik dibanding teori.
Walaupun nilai business creation gw kurang bagus, tapi sekarang gw sudah punya bisnis on-line store sendiri. Bisnisnya bergerak di bidang footwear fashion yang aku desain sendiri. Keinginan untuk bikin sepatu sebenarnya sudah muncul sejak Maret 2008, tapi karena banyak ini-itu baru terwujud sekarang. Lumayan, 2 bulan pertama sudah BEP, serta memiliki customer dari lokal maupun internasional. Selain itu, gw bikin toko on-line karena iseng-iseng baca buku tentang e-commerce. Alhasil, gw suka ngerasa lebih senang dan menikmati mengerjakan bisnis sepatu gw. Di usaha sepatu ini, gw lebih bisa mengekspresikan apa yang gw pikirin, sedangkan di business project gw sering harus berbenturan kepentingan dengan divisi lain, dan parahnya gw nggak paham sama motor, jadi jujur gw ngerasa aga dodol aja. Gw masih harus banyak belajar dan berusaha lebih baik lagi. Semoga IP dan business gw lancar dan semakin baik.
March 13, 2009 at 12:27 am
wah hebat.. mau dong alamat website sepatu lu..